
Indonesia rawan bencana. Bencana-bencana hidro-meteorologi, geologi dan sosial yang berpotensi terjadi menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara berisiko tertinggi di dunia. Upaya-upaya penanggulangan bencana pada awalnya berfokus pada pelaksanaan operasi tanggap darurat bencana. Baru pada dasawarsa terakhir fokus tersebut bergeser kepada upaya pengurangan risiko sebelum bencana terjadi.
Manajemen penanggulangan bencana adalah sebuah kerangka kerja yang relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pelaku penanggulangan bencana di Indonesia didominasi oleh pemerintah, lembaga sosial lokal maupun internasional. Dunia usaha dapat dikatakan belum proaktif terlibat dalam di manajemen penanggulangan bencana. Kontribusi dunia usaha baru terbatas pada pelayanan pengadaan peralatan operasi kedaruratan dan pemberian dana CSR terkait kebencanaan.

Sejak berdiri, pengalaman telah membentuk DRR Indonesia menjadi sebuah konsultan yang handal dan mampu memenuhi tantangan dalam pembangunan sistem penanggulangan bencana di Indonesia.
DRR Indonesia adalah singkatan dari Disaster Risk Reduction Indonesia yang berdiri Desember 2011. DRRI berkantor pusat di Jakarta dan memiliki studio kerja di Padang dan Makassar. Dengan wilayah kerja di 34 provinsi di Indonesia, DRRI membangun kerja sama yang baik dengan semua pihak yang terlibat dalam Penanggulangan Bencana di 514 Kota/Kabupaten.
DRRI adalah perusahaan konsultan yang khusus bergerak di bidang penanggulangan bencana. DRRI berfokus mengembangkan sistem, mekanisme, metodologi yang dapat diterapkan dalam mengurangi risiko bencana di daerah. DRRI didukung oleh para pakar senior yang bertindak sebagai penasehat di lembaga nasional dan internasional. Tim ahli yang bergabung dengan DRRI merupakan individu dengan keahlian beragam dan telah menghasilkan berbagai metodologi yang digunakan secara luas di Indonesia sebagai metode standar
DRR Indonesia memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) khusus Konsultasi Non-Konstruksi sebagai mana bisa dilihat pada gambar di samping.
